Ketua Komunitas Aktivis Bogor Raya Mengutuk Pristiwa Kekerasan Terhadap Dua Wartawan di Majalengka

Oskar Ketua Komunitas Aktivis Bogor Raya

MANUVER NEWS | Insiden kekerasan terhadap awak media Kembali terjadi,
Salah satunya di kabupaten Majalengka Oleh Oknum anggota ormas berseragam Pemuda Pancasila. Hal itu tak pelak mendapat berbagai reaksi keras, salah satunya dari, Komunitas Aktivis Bogor Raya (KABR) Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua (KABR) Oskar, pihaknya mengutuk keras segala tindakan semena-mena terhadap awak media.

Peristiwa perundungan terhadap dua wartawan oleh sejumlah anggota ormas itu terjadi di Kantor Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka.

“Kami mengutuk keras kepada pihak pihak yang melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja jurnalistik,” ujar Oskar dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Selasa (29/6) Siang,

Masih dikatakan Oskar, ketika di lapangan ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik, maka sudah ada aturan mainnya sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999.

Bahkan jika terjadi perselisihan akibat dari proses kerja jurnalistik ataupun produknya, maka dapat diselesaikan secara hukum yang berlaku, tidak mengambil penghakiman secara fisik semacam yang terjadi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka.

Seperti diketahui, tindakan kekerasan terhadap dua wartawan menimpa Soleman wartawan Fokus Berita Indonesia dan Warya Ayotondoan wartawan Mitra Jabar, oleh sejumlah anggota Ormas. Kedua wartawan tersebut bermaksud mengkonfirmasi bahan berita kepada kepala desa setempat.

Namun keduanya diadang oleh sejumlah anggota ormas Berseragam PP dan diinterogasi di ruang Kantor Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka,

Kedua wartawan tersebut mendapat perlakuan yang kurang pantas. Bahkan Soleman dihajar wajahnya hingga berdarah di bagian hidung.

Peristiwa intimidasi dan kekerasan itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 42 detik. Dalam rekaman gambar video itu, jelas kedua wartawan tersebut mendapat tekanan dan kekerasan.

Sementara itu, Pimpinan perusahaan Fokus Berita Indonesia, Mujianto membenarkan bahwa adanya tindak kekerasan yang menimpa wartawanya.

“Ya, itu yang menjadi korban tindak kekerasan adalah wartawan dari Fokus Berita Indonesia atas nama Soleman, dia diintimidasi oknum berseragam ormas Pemuda Pancasila,” ucap Mujianto.

Diungkapkan dia, pihaknya sampai saat ini masih memantau perkembangan laporan kasusnya di Polres Majalengka.

“Akibat penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan beberapa oknum tersebut mengakibatkan wartawan mengalami luka dan shock,” ungkapnya.

Atas insiden yang menimpa karyawannya itu, Mujianto meminta Polres Majalengka bertindak secara profesional dan segera menangkap para pelaku yang melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawannya. Ujarnya. ( Irgi )

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *