Memperingati Hari Buruh, HMI Cabang Cianjur Soroti Beberapa Isu Seputar Peningkatan Pengangguran di Cianjur Sebagai Dampak dari Pandemi Covid-19 dan Program BPUM Sebagai Stimulus Pemulihan Ekonomi Mikro

MANUVER NEWS | Hari buruh yang selalu diperingati bertepatan dengan tanggal 1 Mei setiap tahunnya Hari Buruh Internasional/Sedunia atau International Workers Day juga sering dikenal dengan sebutan May Day. Sebelum abad ke-19, istilah May Day merujuk pada perayaan pergantian musim ke musim semi (spring) di Amerika Serikat. Nation Today menulis, May Day ini merupakan hari persatuan, kebersamaan, dan kelahiran kembali; hari bagi semua orang untuk berkumpul dan merayakan kehidupan, hingga pada abad ke 20 diresmikan sebagai hari buruh, untuk memperingati dan memperjuangkan hak-hak buruh.

Pandemi Covid-19 yang masih berkelindaan hingga saat ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesejahteraan buruh, tidak terkecuali buruh di Kabupaten Cianjur. Badan Pusat Statistik (BPS) Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama pandemi Covid-19 yang sudah berjalan satu tahun, membuat angka pengangguran di Cianjur mengalami peningkatan. Pengangguran meningkat sebanyak 25.891 orang dari sebelumnya 105.125 menjadi 131.016 orang pada akhir tahun 2020. Faktor paling berpengaruh adalah penghentian produksi di beberapa pabrik atau perusahaan, hingga sektor pariwisata, menurunnya kunjungan yg sangat drastis, sehingga berpengaruh pula pada usaha-usaha kecil lainnya.

Berkenaan dengan peringatan hari buruh dan keadaan yang masih berjalan di tengah pandemi Covid-19, HMI Cabang Cianjur menyoroti bagaimana pemerintah harus berupaya menjadikan program-program strategis yang dapat memberikan stimulus pada ekonomi nasional melalui ekonomi mikro. Data dari kementrian koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM) menunjukkan pada tahun 2018 terdapat 64.194.057 UMKM yang ada di Indonesia dan mempekerjakan 116.978.631 tenaga kerja.

Elsa Krismawati, selaku ketua umum HMI Cabang Cianjur berpendapat “Eksistensi UMKM dalam menopang perekonomian Nasional tidak perlu diragukan lagi, secara historis pertumbuhan angka UMKM dr tahun 2012 hingga kini sangat pesat, dan pada umumnya perekonomian nasional bertumpu pada perekonomian daerah yang dimulai dari sektor usaha menengah kecil dan mikro,” paparnya.

Elsa yang diketahui sebagai sarjana lulusan Fakultas Hukum Universitas Suryakancana itu juga menuturkan, dalam beberapa studi kasus terhadap peran UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional seringkali menemui beberapa hambatan klasik, yang seharusnya dapat diatasi bersama selama ada upaya maksimal dari peran stakeholder.

“Masalah-masalah utama yang sering kali ditemui UMKM yang pertama modal, yang kedua tingginya persaingan dengan produk import, terakhir penyesuaian sumber daya manusia dengan era digitalisasi untuk perluasan jangkauan market, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya pemerintah daerah Cianjur untuk turut serta melakukan pelatihan dan pembinaan teknologi pada SDM secara berkelanjutan, serta  penguatan dalam hal permodalan” jelasnya.

Melalui program BPUM ( Bantuan Permodalan Usaha Mikro ) atau Banpres, Elsa mengharapkan bahwa bantuan-bantuan semacam itu tidak salah sasaran dan pemerintah Cianjur benar-benar memperhatikan yang demikian, di tengah suasana banyaknya pemerintah di berbagai daerah terjerat kasus Korupsi, ini harus menjadi perhatian bersama demi kemajuan sektor ekonomi mikro dan pemulihannya.

“Meskipun nilainya tidak banyak bagi sebagian orang, namun bantuan ini tentu sedikitnya akan membantu para pengusaha kecil yang sedang menata kembali usahanya setelah diterjang pandemi, jangan sampai kejadian-kejadian pilu sebelumnya terkait bantuan terulang dan menyengsarakan kembali masyarakat kecil,” tegas Elsa.

Terakhir, Elsa menambahkan pemberdayaan perusahaan besar atau ritel di Cianjur yang kini ada dan akan launching seharusnya dapat menjadi peluang untuk UMKM Cianjur dalam menjangkau pasar yang lebih luas dengan dibantu oleh pemerintah, UMKM dapat menurunkan angka pengangguran karena dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. (Red)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *