Ribuan Orang Ikuti UPA Peradi, Otto Hasibuan : Anda Harus Bangga Menjadi Lulusan Peradi

MANUVER NEWS | Sebanyak 5.833 orang mengikuti ujian profesi advokat (UPA) yang digelar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Ujian profesi advokat itu sendiri digelar secara serentak di 44 kota. Mulai dari Lhokseumawe, Aceh, hingga Jayapura, Papua.

Otto Hasibuan, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menilai peserta ujian profesi advokat (UPA) yang pihaknya gelar, patut berbangga jika mampu lulus.

Mengingat, tak semua calon advokat bisa melalui tahapan ini.

“Jadi ketika lulus nanti, Anda harus berbangga menjadi lulusan Peradi,” ujar Otto saat berpidato di hadapan peserta UPA Peradi Tahun 2021, JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Otto menuturkan, dahulu sangat sedikit calon advokat yang mampu lulus saat mengikuti UPA. Pada awal kepemimpinannya, hanya 9 persen dari 12 ribu peserta UPA.

“Proses pendidikan yang kami buat, sejak saya pertama kali mendirikan Peradi ini, 15 tahun yang lalu, kita didemo, meja saya diobrak-abrik dulu. Karena apa? Karena dulu pertama kali ujian ada 12 ribu peserta, yang lulus hanya 9 persen,” tuturnya.

“Mereka marah, tapi kita tidak goyah,” imbuh Otto.

Kendati mengalami peningkatan, kata dia, pada tahun selanjutnya jumlah peserta yang lulus ujian advokat hanya 15 persen. Ujian tersebut masih dengan soal yang sama, hingga kini.

“Tetap ribut, kita nggak goyah. Akhirnya yang menyerah mereka, yang bergerak mereka, untuk mau belajar. Bukan kami yang memundurkan standarisasi tapi mereka yang akhirnya mau belajar,” jelas Otto.

Pada akhirnya, kini angka kelulusan peserta ujian terus meningkat tinggi. Terakhir mencapai 91 persen.

Menurut Otto, hal tersebut menunjukkan Peradi mampu meningkatkan kualitas advokat Indonesia.

Bukan malah memundurkan standarisasi mutu advokat, dengan soal ujian yang tak berkualitas, atau proses pengangkatan advokat yang tak kompeten.

Bukan hanya advokat, menurutnya yang dirugikan atas kondisi ini ialah masyarakat atau pencari keadilan.

“Akhirnya, setiap tahun setiap ujian berikutnya yang lulus itu terus meningkat, hampir terakhir itu ada 85 persen, terakhir 91 persen. Bayangkan itu mulai dari 9 persen. Artinya kualitas advokat itu menjadi baik. Karena apa? Seperti anda di sini, ujiannya dari dulu sampai sekarang soalnya sama, esainya itu soal yang sama. Membuat surat kuasa, membuat gugatan,” jelas Otto.

UPA sendiri merupakan satu dari sejumlah syarat yang harus ditempuh calon advokat, agar bisa diangkat dan disumpah menjadi advokat. Selain UPA, ada pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan lainnya.

source : nusantaratv.com/Mochmmad Rizki

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *