Korupsi Pengadaan Barang Covid-19: KPK Tetapkan Aa Umbara Sutisna Bupati Bandung Barat Jadi Tersangka dan Anaknya Belum di Tahan Karena Sakit

Penulis : Ardi Bambang | Editor : Purwa

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Pengadaan Barang Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

Sebelumnya pada hari Selasa (16/3/2021) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Bupati Kabupaten Bandung Barat, dikawasan Lembang Jawa Barat. Petugas juga mendatangi rumah putra dari bupati bandung barat, Andri Wibawa

Dari proses penyidikan yang dilakukan kini KPK menetapkan Aa Umbara sebagai tersangka terkait dugaan korupsi Pengadaan Barang Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain Bupati Bandung Barat, KPK juga menetapkan Andri Wibawa, anak dari Aa Umbara Sutisna selaku pihak swasta dan M Totoh Gunawan, pemilik PT JDG (Jagat Dir Gantara) dan CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang).

” Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Maret 2021 dengan menetapkan tersangka Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna ” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

” Dalam proses penyidikan perkara ini, tim penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi terdiri ASN pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya ” ucap Alexander.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan pemilik PT JDG dan CV SSGCL disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP

” Sedangkan 2 tersangka yaitu AUS (Aa Umbara Sutisna) dan AW (Andri Wibawa) hari ini telah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit ” ujar Alexander, dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

Tim Penyidik KPK akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang AW (Andri Wibawa), yang akan menginformasikan lebih lanjut, dan mengingatkan agar para tersangka kooperatif  hadir memenuhi panggilan KPK.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *