Sangat Disesalkan, Sikap Arogansi Ketua Yayasan Al Baqiatusshalihat Terhadap Wartawan

BEKASI – Ahmad Soleh Ketua Yayasan Baqiatusshalihat yang berlokasi di Jl. Raya Sunan Gunung Jati Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, diduga bersikap arogan dan sampai melecehkan profesi wartawan. Kejadian itu bermula saat wartawan Manuver.News berkunjung ke Yayasan Baqiatusshlihat untuk menjalankan tugas jurnalistik, Pada Kamis (28/01/2021).

Yayasan Baqiatusshalihat merupakan yayasan yang sedang menjalankan kegiatan pendidikan mulai dari program pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang setiap tahunnya mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Ketika wartawan Manuver.News berkunjung ke yayasan tersebut, untuk menjalankan tugas jurnalistik. Namun setelah masuk dan ketemu dengan Ahmad Soleh di ruangan kantornya, seketika itu langsung mendapatkan perlakuan tidak mengenakan. Mengatakan muak terhadap wartawan dan mengatakan wartawan seperti sampah.

“Saya udah muak liat wartawan, liat wartawan sama seperti liat sampah busuk, dan saya juga liat kalian berdua sama seperti liat sampah busuk”, Ungkapnya dengan nada tinggi kepada wartawan Manuver.News.

Sontak Adli dan Dodi yang merupakan wartawan Manuver.News kaget dan merasa heran mendengar pernyataan Ahmad Soleh seperti itu kepadanya tanpa tahu alasannya.

Adli dan Dodi seketika langsung memprotes ucapan dari Ahmad Soleh tersebut.

“Maksud bapak apa, ko bilang Begitu”, Protes Adli kepada Ahmad Soleh.

Selanjutnya, Ahmad Soleh pun meminta maaf kepada Adli, dan sampai memberikan uang Rp. 700 ribu sebagai uang damai. Adli berusaha menolak uang tersebut, Tapi Ahamd Soleh terus menghampirinya.

Setelah beberapa hari, Adli mencoba menghubungi Ahamd Soleh lewat whatsapp, dengan tujuan untuk mengembalikan uang tesebut, Kata Amhad Soleh, “Besok aja ke sekolah saya sedang di tasik” Katanya.

Lalu, Adli pas ke esokan harinya datang ke sekolah namun Ahamd Soleh yang menjanjikan untuk ke sekolah tidak ada di tempat. Sampai saat ini di telepon tidak pernah di angkat, kata Adli.

“Kedatangan saya ke sekolah tersebut dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik, sebagai sosial control wajarlah saya datang ke sekolah tersebut dalam menjalankan fungsi Jurnalistik, demi mendapatkan informasi untuk kepentingan publik” jelas Adli.

Atas pristiwa tidak tersebut, Irgi Yostisio pun menyesalkan atas sikap arogansi ketua yayasan ( Ahamd Soleh) tersebut kepada wartawan, menurutnya seharusnya wartawan itu dirangkul bukan dimusuhi, karena kemitraan dan komunikasi yang baik dengan wartawan sangat penting menurutnya, dan lebih dari itu dalam kemitraan tersebut harus di isi dengan sikap-sikap beretika dan profesional sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Ungkapnya.

“Atas insiden tersebut merupakan suatu penghinaan kepada seluruh kaum jurnalis atau awak media, saya menilai ini kesalahan dalam berpikir, tidak semestinya kalimat itu di ucapkan oleh seorang pendidik, apalagi dia merupakan sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang seharusnya bersikap yang menggambarkan citra pendidikan yang baik dan beretika, bukan sebaliknya” Katanya. ( Dody )

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *