Pemerintah Desa Kiarapandak Terus Genjot Sektor Pertanian Dibidang Jambu Kristal

BOGOR – Pilar Pertanian, budidaya organik menjadi harapan baru para petani hortikultura di Kiara Pandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Sebagai salah satu Desa penyangga kebutuhan produk pertanian di wilayah Sukajaya memiliki potensi hortikultura cukup dan sebagian mengembangkan budidaya organik.

Kepala desa Kiarapandak, Tedi menyatakan tani menerapkan budidaya ramah lingkungan tani jambu kristal Di Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya. Di desa yang sebagian besar aktivitas ekonominya digerakkan oleh sektor pertanian, budidaya jambu kristal menjadi salah satu andalan. Mereka mengelola lahan pekarangan dan tegalan yang dimiliki.

Kades menerapkan budidaya jambu kristal secara organik. Di desa yang sebagian besar aktivitas ekonominya digerakkan oleh sektor pertanian, budidaya jambu kristal menjadi salah satu andalan di lahan untuk di manfaatkan.

Kepala desa Kiarapandak Tedi, menjelaskan bahwa saat ini pasar atau konsumen jambu kristal telah melakukan pemesanan sebelum masa panen tiba. Kondisi ini semakin memotivasi petani untuk memperluas pertanaman pekarangan dengan budidaya organik.

“Tekstur buah jambu kristal hasil budidaya organik lebih renyah dan lembut dibandingkan dengan yang secara konvensiona” jelasnya.

Dengan biaya produksi yang cukup murah, lanjut Tedi. Berupa pembelian bahan pupuk organik, serta bahan tambahan pembuatan pestisida, menikmati hasil budidaya organik dari Jambu Kristal yang mereka kembangkan.

“Kami bersama penanggung jawab pelaksanaan Desa Pertanian Jambu Kristal berkomitmen melakukan pendampingan dan pengawalan hingga Kelompok Tani kristal siap disertifikasi organik pada 2021 ini,” ucap Tedi,

“Kita dorong petani untuk menghasilkan produk aman konsumsi, berkualitas dan ramah lingkungan, antara lain dengan menerapkan budidaya organik,” imbuhnya.

Saat mengunjungi lapang lokasi pelaksanaan Tani kristal Selasa 19, 01 2021 lalu, Kades, Hortikultura meminta agar Tani Kristal memanfaatkan sebaik baiknya pemerintah desa berupa sarana input organik.

“Manfaatkan sebaik-baiknya dan kami berharap pada akhir tahun ini lahannya dapat disertifikasi organik,” ucapnya menutup percakapan. ( Didin )

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *