Tercatat 113 PNS di Kabupaten Cianjur Terpapar Covid-19, Pemkab Cianjur Terapkan WFH

CIANJUR, MANUVER, News — Sebanyak 113 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka yang terpapar sebagian besar tenaga kesehatan (nakes) dan guru.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan, dari 113 PNS yang terkonfirmasi positif, sebanyak 54 di antaranya merupakan tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan yang terpapar, mulai dari bidan, perawat, dokter hingga kepala puskesmas. Namun yang paling banyak bidan dan perawat,” kata Yusman, Kamis (17/12/2020).

Hal itu dipicu kontak erat dengan pasien membuat tenaga medis rentan terpapar Covid-19. Apalagi saat ini penyebarannya terjadi secara sporadis, dan banyak pasien positif yang tidak bergejala.

“Tenaga medis, apalagi yang di puskesmas sangat rentan. Mereka menjadi yang pertama kontak dengan pasien, karena banyak yang memilih ke puskesmas sebelum ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan,” katanya.

“Sekarang sulit mengidentifikasi pasien positif, terlebih banyak yang tidak bergejala. Makanya teman-teman nakes rentan terpapar,” kata Yusman.

Selain nakes, PNS guru juga banyak terkonfirmasi positif Covid-19. Pihaknya belum bisa memastikan dari mana para tenaga pengajar itu terpapar, karena aktivitas belajar masih daring. “Untuk guru ada sekitar 16 orang, semuanya guru SD,” katanya.

Belum lagi ditambah guru SMA yang beberapa waktu lalu juga ada yang terkonfirmasi positif. Penyebab terpaparnya mereka masih kita cari tahu, mengingat sekolah masih daring belum tetap muka,” tegas Yusman.

Diketahui Pemkab Cianjur akan memeprtimbangkan kembali rencana belejar tatap muka mengingat banyak terkonfirmasi positif COVID-19 di kalangan guru.

“Pemkab tak mau ambil risiko jika nanti belajar tatap muka dilakukan. Saat daring saja udah banyak guru yang positif,” katanya.

Meminimalisir meluasnya Covid-19 di lingkungan Pemkab Cianjur, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengambil langkah cepat, memutuskan menerapkan kembali sistem kerja PNS dengan Work Form Home (WFH).

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 848/7533/BKPPD/2020 tentang penyesuaian sisten kerja pegawai melalui mekanisme work form home (WFH) di lingkungan pemerintah kabupaten Cianjur.

Dalam isi surat edaran yang ditanda tangani Plt Bupati Cianjur tertanggal 15 Desember 2020 tersebut disebutkan pelaksanaan WFH mulai pertanggal 16 Desember 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur Budi Rahayu Toyib mengatakan, Pemkab Cianjur kembali menerapkan Work From Home (WFH) bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah bertambahnya PNS yang positif Covid-19.

“Kita berlakukan WFH kemarin untuk seluruh dinas. Rencana kita lakukan WFH sampai pekan depan,” ucapnya.

Bagi para PNS atau honorer yang berusia dibawah 50 tahun, jam kerjanya hanya 18,75 jam per minggu. Sedangkan untuk yang di atas 50 tahun hanya 15 jam per minggu.

“Normalnya itu kan 37,5 jam kerja dalam seminggu. Namun sekarang dikurangi,” pungkasnya.

Sumber : jabar.poskota.co.id

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *